Analisis Praktik E-Government Di Belarus
E-government adalah suatu mekanisme interaksi baru antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan, dengan melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet) dengan tujuan memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan. Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik. E-government bertujuan untuk meningkatkan akses warga negara terhadap jasa-jasa layanan publik pemerintah, meningkatkan akses masyarakat ke sumber-sumber informasi yang dimiliki pemerintah, menangani keluhan masyarakat dan juga persamaan kualitas layanan yang bisa dinikmati oleh seluruh warga negara.
E-government juga telah diterapkan di berbagai negara, salah satunya Belarus. Belarus adalah sebuah Negara di Eropa Timur dengan ibu kota Minsk. Negara ini secara administratif terbagi menjadi 6 provinsi dan sebuah kota khusus. Berbatasan dengan Rusia di timur dan timur laut, Ukraina di selatan, Polandia di barat, dan Lituania dan Latvia di barat laut. Belarus mencakup area seluas 207.600-kilometer persegi (80.200 mil persegi), dengan populasi 9,4 juta, dan merupakan negara terbesar ketiga belas dan kedua puluh terpadat di Eropa. Negara ini secara administratif dibagi menjadi tujuh wilayah, dan merupakan salah satu yang paling urban di dunia, dengan lebih dari 40% dari total luas daratannya adalah hutan.
Belarus adalah negara berkembang dengan peringkat yang sangat tinggi dalam Indeks Pembangunan Manusia. Pemerintah Belarus memiliki situs resmi khusus yang berisi berbagai macam informasi mengenai negara tersebut, yang mempermudah pengakses baik turis maupun warga lokal untuk meng-explore berbagai informasi mengenai negara Belarus. Selain itu fasilitas yang dimiliki oleh situs resmi tersebut juga cukup lengkap, mulai dari kondisi ekonomi negara, sektor sosial, regions, hingga berita mengenai kebijakan baru pemerintah. Meskipun negara ini berada di daratan Eropa, namun indeks demokrasinya tergolong rendah, bahkan Freedom House menyatakan bahwa Belarusia merupakan negara tidak bebas. Bahkan berdasarkan Index of Economic Freedom Belarus termasuk sebagai negara tertindas.
Negara Belarus tergolong sebagai salah satu negara berkembang di Eropa Timur. Hingga saat ini negara ini masih terus berupaya untuk mengembangkan perekonomiannya dengan bantuan dari Rusia. Meskipun begitu, bantuan dari Rusia membuat Belarus terlihat ketergantungan, hingga pada akhirnya terjadi perubahan sistem ekonomi bersamaan ketika Uni Soviet runtuh. Belarus mengubah perekonomiannya dengan cara memprivatisasi perusahaan negara, menciptakan hak milik pribadi, dan menerima kewirausahaan swasta. Oleh karena itu, negara ini juga berupaya untuk meningkatkan produk ekspor barang yang berasal dari industri manufaktur. Salah satu produk utama yang diekspor yakni minyak bumi dan pupuk kalium.
Tidak hanya ekspor saja, Belarus juga mengimpor barang yang berasal dari beberapa negara antara lain Rusia, Republik Rakyat Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Turki, Polandia, Lituania dan Prancis. Barang-barang yang diimpor Belarus seperti mobil, peralatan kendaraan, produk kimia, karet, makanan, bahan baku pertanian, logam hitam nonferrous dan lainnya.
Untuk mitra bisnis di bidang ekspor, Belarus bekerja sama dengan Rusia, Inggris, Ukraina, Jerman, Belanda, Polandia, Lituania, Latvia, Kazakhstan, dan Brazil. Tidak hanya ekspor saja, Belarus juga mengimpor barang yang berasal dari beberapa negara antara lain Rusia, Republik Rakyat Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, Italia, Turki, Polandia, Lituania dan Prancis. Barang-barang yang diimpor Belarus seperti mobil, peralatan kendaraan, produk kimia, karet, makanan, bahan baku pertanian, logam hitam nonferrous dan lainnya.
Kekayaan alam yang dimiliki oleh negara Belarus sebagian besar merupakan bahan bakar fosil seperti gas alam dan minyak bumi. Ada pula sumber daya alam lainnya yang dapat ditemukan di negara ini antara lain batu granit, dolomit, napal, batu kapur, pasir, tanah liat dan batu kerikil. Belarus juga mempunyai hutan yang menutupi sekitar 34% daratan negara ini. Akan tetapi, keberadaannya belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga produk kehutanannya masih tertinggal.
Indonesia dan Belarus sepakati menjalin kerja sama di bidang riset dan teknologi (Ristek), pendidikan tinggi serta menyepakati rencana aksi bidang ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi 2019-2020. Kedua negara mempunyai minat yang sama dalam mempersiapkan generasi milenial untuk menguasai iptek dan inovasi guna menuju bangsa yang mampu menghadapi tantangan global. Kemenristekdikti dan State Committee on Science and Technology Belarus menyepakati rencana aksi bidang iptek dan inovasi 2019-2020.
Kerja sama Dikti meliputi berbagai hal, seperti pengembangan kontak antara perguruan tinggi, pertukaran informasi berbagai program dikti, perancangan program kurikulum, riset bidang Dikti, pelaksanaan dialog, seminar dan konferensi bersama, program mobilitas pengajar dan pelajar. Kerja sama juga mencakup bidang perekayasa (engineering), pertanian, dan teknologi informasi.
Negara Belarus yang beribu kota di Minsk ini tergolong sebagai negara pedalaman dengan kontur tanah relatif datar serta mempunyai daerah rawa yang cukup besar. Wilayah rawa terbesar bernama Polesia menjadi salah satu rawa terbesar di Benua Eropa. Selain rawa, Belarus juga memiliki sungai dan danau. Ada sekitar 11.000 danau di negara ini namun sebagian besar danau berukuran lebih kecil dari 0,5 Km persegi. Sedangkan terdapat 3 sungai utama yang mengalir di Belarus yakni Sungai Pripyat, Sungai Neman, dan Sungai Dnepr. Meskipun sebagian besar daratannya cukup datar, namun Belarus juga mempunyai titik tertinggi yang mencapai 345 meter di atas permukaan laut bernama Dzyarzhynskaya Hara (Bukit Dzyarzhynsk). Untuk titik terendahnya berada di Sungai Neman dengan tinggi mencapai 90 meter.
Untuk komunikasi, penduduk Belarus menggunakan bahasa Belarus dan bahasa Rusia yang sudah menjadi bahasa resmi negara ini berdasarkan Konstitusi Belarus. Penggunaan bahasa Rusia banyak dituturkan di kota-kota besar seperti Minsk dan Brest. Di bidang agama, sebagian besar penduduknya menganut agama Kristen Ortodoks Timur di bawah Gereja Ortodoks Rusia atau Patriarkat Rusia. Meskipun begitu, masih terdapat agama minoritas lainnya yang dianut oleh sebagian penduduk Belarus seperti Kristen Katolik Roma, Kristen Protestan, Buddha, Islam dan Hindu, bahkan ada pula penduduk yang tidak beragama atau Atheis dan Agnostik.
Di hubungan luar negeri, Republik Belarus adalah negara anggota PBB dan lembaga-lembaga internasional lainnya yang berada di bawah PBB seperti FAO, IAEA, ICAO, ILO, IMF, ITU, UNCTAD, UNESCO, UNIDO, UNWTO, UPU, WHO, WIPO, WMO dan WTO


Sudah bagus informasi & pemilihan negara berkembangnya, hanya saja opininya belum muncul yaa Ferris..
ReplyDelete